Play http://www.cowwhips.com/site/?p=mobile-casino casino games and win first class bonuses.
Go to Top

Kapal ro-ro semakin mendominasi cargo laut

Semakin banyaknya pengoperasian kapal jenis ro-ro (roll on-roll off) rute antar pulau yang juga melayani angkutan barang dan penumpang dari dan ke sejumlah daerah di Indonesia menjadikan persaingan pasar muatan angkutan kargo laut rute antar pulau atau domestik..

Kapal Ro - ro

Menurut Direktur Pelayaran PT.Tempuran Emas Tbk, Sutikno Kushumo bahwa dalam setahun terakhir ini cukup banyak muatan kargo yang beralih menggunakan kapal ro-ro karena biaya yang dikeluarkan dinilai lebih murah. Akibatnya semakin ketatnya perebutan pasar angkutan tersebut, akan mengurangi atau menggerus volume angkut kapal peti kemas serta berakibat freight (tarif angkut) kapal peti kemas antar pulau.

Menurutnya hal itu tidak adil dan minta pemerintah mengambil sikap tegas. Sebab sebagian besar pengoperasian kapal ro-ro masih memperoleh fasilitas menggunakan bahan bakar minyak (BBM) kapal bersubsidi, dan kondisi ini berbeda dengan pengoperasian kapal kontainer dan justru dikenakan tarif industri.

Kapal Ro-ro merupakan kapal angkutan penumpang umum dan sekaligus dapat mengangkut barang yang biasanya beroperasi di pelabuhan penyebrangan seperti Merak-Bekauheni dan lainnya.Sehingga (sesuai aturan) kapal tersebut masih diperkenankan menggunakan BBM bersubsidi.

Dengan menggunakan BBM bersubsidi itulah mengakibatkan tarif angkut barang di kapal jenis ro-ro lebih murah ketimbang menggunakan kapal kontainer.

Karena itu, dia berharap pemerintah bisa mengatur lebih tegas rute atau pelabuhan-pelabuhan mana saja di Indonesia yang bisa di layani menggunakan kapal ro-ro dan muatan apa saja yang boleh dan tidak boleh diangkut kapal tersebut. “Kalau kami disuruh berkompetisi dengan kapal jenis ro-ro, jelas sangat timpang sebab dari sisi beban operasional kapal khususnya BBM juga sudah berbeda,” paparnya.

Sutikno mengungkapkan, sekarang ini terdapat kecenderungan dari sejumlah perusahaan pelayaran untuk memodifikasi kapal-nya agar bisa melayani angkutan jenis ro-ro, mengingat disparitas BBM kapal bersubsidi masih cukup besar jika menggunakan harga BBM keekonomian (non subsidi).

“Tetapi kami (Temas) tidak akan melakukan hal tersebut, karena selama ini kami fokus pada layanan angkutan kontainer,” urainya.

Kendati volume muatan domestik naik lebih dari 35 persen sepanjang tahun ini, kata dia, tidak otomatis meningkatkan pendapatan operator kapal jenis kontainer karena freight terus berfluktiatif bahkan cenderung turun rata-rata 10 persen hingga 15 persen setiap bulannya hampir di seluruh rute.

Meskipun begitu, dia mengakui kinerja pelayanan bongkar muat di sejumlah pelabuhan Indonesia untuk kapal konteiner domestik saat ini sudah lebih membaik ketimbang tahun-tahun sebelumnya. “Kami berharap operator pelabuhan di seluruh Indonesia memperbanyak investasi penambahan peralatan bongkar muat dan perluasan lapangan untuk penumpukan,” ujar dia.

%d bloggers like this: