30 Ton Cargo menumpuk di Gudang Bandara

PONTIANAK – Sedikitnya 30 ton cargo yang dikirim melalui jasa cargo, tujuan Pontianak tertahan di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Cengkareng karena belum diberangkatkan maskapai penerbangan.

Dian Eka Muchairi, Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Kalbar, mengatakan secara keseluruhan dari perusahaan jasa cargo yang ada, muatan barang atau cargo dari Jakarta ke Pontianak kira kira 20-30 ton per hari. Sebaliknya cargo dari Pontianak ke Jakarta berkisar 10-15 ton per hari.

“Cargo yang dikirim melalui perusahaan saya sendiri saja, ada sekitar 1,5 ton tertahan di Cargo Bandara Cengkareng selama empat hari. Cargo overload, Stranded/tertahan di Bandara Soetta sudah terjadi hampir seminggu,” ujar pemilik PT Dirgantara Khatulistiwa Express ini kepada Tribun, Senin (22/7/2013).

Menurut Eka, barang tidak terangkut disebabkan kapasitas kargo pesawat yang terbatas sehingga mengutamakan barang bawaan bagasi penumpang daripada barang barang cargo. Sebab, saat ini kondisi penerbangan memasuki high season.

Penyebab lainnya adalah Bandara Supadio yang kurang memenuhi standar untuk didarati pesawat berbadan besar dengan kapasitas lebih banyak barang. Dengan begitu tidak hanya seperti saat ini yang hanya mampu didarati Boeing seri 300 dan 400.

“Oleh karena itu, perhatian pemerintah pusat dan provinsi terhadap Bandara Supadio sangat penting, mengingat arus lintas penerbangan berpengaruh besar pada perekonomian Indonesia serta banyak peluang bisnis hilang,” tuturnya.

Kendati belum bisa ditaksirkan kerugian secara keseluruhan karena belum dihitung. Namun Eka menyatakan yang paling dirasakan adalah kerugian waktu disamping material. Sementara barang kiriman yang masuk ke Kalbar 80 persen di antaranya garmen, sisanya barang elektronik dan makanan. Sedangkan barang kiriman Pontianak ke Jakarta, kebanyakan barang return.

Disinggung langkah yang akan diambil Asperindo, Eka mengatakan akan berupaya bertemu dengan pihak maskapai penerbangan untuk membicarakan kondisi yang terjadi agar barang yang tertahan dapat segera diberangkatkan dan didelivery ke alamat tujuan masing masing.

Langkah lainnya, segera koordinasikan dengan pihak bandara agar diberi izin barang muatan yang tertahan dapat diangkut melalui pesawat AURI untuk menghindari biaya tinggi dan kerusakan barang.

Sementara langkah ke depan, menjalin kerja sama dengan airline yang khusus mengangkut barang. Tapi kondisi ini masih terkendala dengan Bandara Supadio yang belum memadai.

Kepala Perwakilan PT Kerta Gaya Pusaka, Banu Maryanto, mengatakan, dua hari terakhir cargo yang dikirim melalui ekspedisinya sebanyak 1,5 ton masih tertahan di Bandara Soetta. Sementara barang kiriman dari Pontianak ke Jakarta tidak kendala, artinya berjalan lancar seperti hari biasanya.

“Barang kita tak terangkut karena over load, pesawat kecil. Penambahan flight dari maskapai tetap kurang kapasitasnnya untuk angkut barang cargo. Meski kerugian materi belum ada, tapi sudah banyak pelanggan komplain yang dapat menimbulkan biaya keterlambatan terutama pada sistem kontrak dan tarif khusus,” ujarnya.

Banu juga mendesak pemerintah memperhatikan kondisi Bandara Supadio saat ini. Menurutnya, bandara yang tak bisa didarati pesawat besar pemicu barang tidak terangkut dari Jakarta. Dengan demikian terjadi keterlambatan barang sampai ke tempat tujuan yang dapat menimbulkan inflasi.
cargomenumpuk
Senada dikatakan Kepala Cabang Nusantara Card Semesta (NCS), Eka Indra. “Barang pengiriman tersendat di Bandara Soekarno Hatta sudah hampir seminggu. Maskapai lebih dahulukan barang bawaan penumpang ketimbang kargo,” paparnya.

Indra menjelaskan, pada kondisi biasa barang barang cargo sehari sudah tiba di Pontianak dari Jakarta. Karena itu, keterlambatan mengakibatkan banyak complain  dari costumer. Apalagi barang yang dikirim lewat NCS kebanyakan berupa dokumen perbankan.

sumber : Tribunnews

Leave a Reply

Your email address will not be published.