Jasa cargo laut Jakarta Cargonesia melayani pengiriman barang mulai 100 kg, barang perusahaan, mesin, material proyek, spare part, kendaraan hingga muatan dalam jumlah besar dari Jakarta menuju berbagai wilayah Indonesia.
Pengiriman dapat menggunakan kapal RORO, kapal container FCL/LCL, PELNI, maupun kombinasi trucking dan kapal laut, tergantung jenis barang, volume, kota tujuan, akses lokasi serta kebutuhan waktu pengiriman.
Tetapi ada satu hal yang sering luput ketika orang mencari ekspedisi laut.
Mengirim barang lewat laut bukan sekadar mencari ongkir per kilogram yang paling murah.
Misalnya Anda mempunyai barang 3 ton dari Jakarta menuju Kalimantan.
Pertanyaannya bukan hanya:
“Berapa ongkir per kilogram?”
Pertanyaan yang lebih tepat justru:
Barangnya apa? Berapa dimensinya? Bisa ditumpuk atau tidak? Tujuannya hanya sampai pelabuhan atau harus sampai gudang? Lebih efisien LCL, FCL, RORO atau kombinasi trucking? Bagaimana akses kendaraan di lokasi penerima?
Nah, di sinilah biaya pengiriman bisa berbeda cukup jauh.
Dua barang dengan berat sama belum tentu membutuhkan metode pengiriman yang sama.
Karena itu, sebelum memberikan rekomendasi pengiriman, tim Cargonesia perlu memahami barang, lokasi asal, lokasi tujuan dan kebutuhan operasionalnya terlebih dahulu.
Tujuannya sederhana:
bukan sekadar membuat barang berangkat, tetapi menentukan bagaimana barang tersebut sampai ke tujuan dengan skema yang masuk akal.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Cargo Laut?
Cargo laut umumnya digunakan ketika barang memiliki berat atau volume cukup besar, tujuan berada di luar pulau, dan waktu pengiriman masih memungkinkan menggunakan jadwal kapal.
Misalnya perusahaan harus mengirim:
- mesin produksi;
- spare part industri;
- material konstruksi;
- genset;
- barang proyek;
- perlengkapan toko;
- barang pindahan perusahaan;
- kendaraan;
- alat berat;
- bahan bangunan;
- barang distribusi;
- atau muatan dalam jumlah beberapa ton.
Mengirim barang seperti ini membutuhkan pendekatan berbeda dibandingkan mengirim paket kecil.
Semakin besar barang, biasanya semakin banyak variabel yang harus diperhitungkan.
Bukan hanya berat.
Ada volume, dimensi, karakter barang, kebutuhan handling, jenis kapal, pelabuhan tujuan hingga distribusi darat setelah kapal tiba.
Karena itu, cargo laut menjadi menarik ketika pengirim membutuhkan kapasitas besar dan efisiensi biaya untuk pengiriman antarpulau.
Namun cargo laut juga tidak otomatis menjadi pilihan terbaik untuk setiap barang.
Jika kebutuhan sangat mendesak, barang terlalu kecil, atau karakter barang membutuhkan perlakuan tertentu, metode lain atau kombinasi beberapa moda mungkin lebih tepat.
Moda mengikuti kebutuhan barang. Bukan barang yang dipaksa mengikuti moda.
Prinsip sederhana ini justru dapat menghindarkan perusahaan dari biaya yang sebenarnya tidak perlu.
Pilihan Pengiriman Cargo Laut dari Jakarta
Tidak semua kapal bekerja dengan mekanisme yang sama.
Karena itu, sebelum bertanya harga, ada baiknya memahami empat pilihan yang paling sering digunakan.
1. Pengiriman Menggunakan Kapal RORO
RORO adalah singkatan dari Roll-on/Roll-off.
Kapal jenis ini memungkinkan kendaraan masuk ke dalam kapal melalui ramp dan keluar kembali setelah tiba di pelabuhan tujuan.
Karena karakter tersebut, RORO sangat relevan untuk pengiriman kendaraan maupun cargo yang dibawa menggunakan kendaraan tertentu.
Cargonesia menggunakan jaringan RORO untuk sejumlah rute dari Jakarta menuju kota seperti:
Banjarmasin, Balikpapan, Pontianak, Makassar, Medan, Batam dan Sampit, bergantung pada jadwal dan layanan kapal yang tersedia.
RORO menarik ketika struktur pengiriman memungkinkan barang bergerak bersama kendaraan pengangkutnya atau ketika unit yang dikirim memang berupa kendaraan.
Namun bukan berarti setiap cargo harus masuk RORO.
Kita tetap harus melihat barang dan destinasinya.
2. Pengiriman LCL untuk Barang yang Belum Memerlukan Satu Container
Bayangkan barang Anda hanya menggunakan sebagian ruang container.
Apakah harus membayar satu container penuh?
Belum tentu.
Di sinilah konsep Less than Container Load atau LCL menjadi relevan.
Barang dari beberapa pengirim dapat dikonsolidasikan dalam satu container sehingga customer tidak harus menggunakan satu container secara eksklusif.
LCL umumnya menarik untuk pengiriman yang volumenya belum cukup besar untuk menggunakan FCL.
Contohnya:
Anda mempunyai beberapa pallet spare part dengan berat total 1–2 ton.
Menyewa satu container penuh bisa jadi belum ekonomis.
Dalam kondisi seperti itu, LCL layak dibandingkan.
Tetapi ketika volume barang semakin besar, perhitungannya berubah.
Dan di situlah FCL mulai menarik.
3. FCL untuk Pengiriman Satu Container
Full Container Load atau FCL berarti penggunaan satu container untuk kebutuhan satu pengiriman/customer.
Umumnya tersedia pilihan container 20 feet dan 40 feet, menyesuaikan karakter muatan dan kebutuhan pengiriman.
FCL sering digunakan untuk:
- material proyek;
- barang manufaktur;
- bahan baku;
- spare part dalam jumlah besar;
- perlengkapan proyek;
- barang distribusi;
- mesin;
- produk perusahaan;
- serta kebutuhan supply chain antarpulau.
Di sinilah kesalahan perhitungan sering terjadi.
Jangan langsung beranggapan:
“Barang saya banyak, berarti pakai container 40 feet.”
Belum tentu.
Volume memang penting, tetapi berat barang, distribusi beban, dimensi, jenis barang dan kemampuan akses kendaraan di lokasi stuffing maupun tujuan juga harus diperhitungkan.
Container yang lebih besar bukan otomatis lebih efisien.
Container yang sesuai kebutuhanlah yang lebih efisien.
4. Pengiriman Menggunakan PELNI
Indonesia bukan hanya Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.
Ada banyak kota di Maluku dan Papua yang membutuhkan jaringan transportasi laut berbeda.
Untuk tujuan tertentu, PELNI dapat menjadi alternatif pengiriman tergantung kota tujuan, karakter barang dan jadwal kapal.
Cargonesia menangani pengiriman menuju wilayah seperti:
Ambon, Sorong, Jayapura, Manokwari, Ternate, Namlea, Fakfak, Nabire, Tual, Dobo dan Kaimana, dengan penentuan moda menyesuaikan kondisi pengiriman.
Ini penting karena pelanggan sering bertanya:
“Kenapa barang saya tidak dikirim dengan kapal yang sama seperti pengiriman ke Balikpapan?”
Jawabannya karena jaringan pelayaran setiap wilayah berbeda.
Rute yang efisien menuju Kalimantan belum tentu merupakan rute terbaik menuju Papua.
Jadi, Mana yang Lebih Baik: RORO, LCL, FCL atau PELNI?
Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua pengiriman.
Itulah sebabnya Cargonesia tidak seharusnya langsung menjawab:
“Pakai container.”
Atau:
“Pakai RORO.”
Sebelum barangnya diketahui.
Secara sederhana:
LCL dapat dipertimbangkan ketika barang belum membutuhkan satu container penuh.
FCL dapat dipertimbangkan ketika volume dan karakter barang membuat penggunaan satu container lebih efisien.
RORO relevan untuk kendaraan atau cargo dengan skema transportasi yang sesuai dengan sistem roll-on/roll-off.
Sedangkan PELNI dapat menjadi alternatif untuk jaringan kota tertentu, terutama sejumlah tujuan di Maluku dan Papua.
Untuk beberapa pekerjaan bahkan bisa diperlukan kombinasi moda.
Dan justru kemampuan membaca kombinasi inilah yang penting dalam pekerjaan logistik.
Jangan Hanya Membandingkan Ongkir per Kilogram
Ini salah satu hal paling penting sebelum memilih jasa ekspedisi laut.
Misalnya:
Ekspedisi A: Rp4.000/kg
Ekspedisi B: Rp4.500/kg
Kelihatannya A lebih murah.
Tetapi belum selesai.
Tanyakan lagi:
Rp4.000/kg itu dari mana sampai mana?
Apakah:
port-to-port?
Atau:
door-to-port?
Atau sudah:
door-to-door?
Apakah pickup termasuk?
Apakah bongkar termasuk?
Bagaimana distribusi setelah barang tiba?
Ada minimum charge?
Ada biaya handling tertentu?
Bagaimana bila alamat tujuan puluhan atau ratusan kilometer dari pelabuhan?
Nah.
Baru sekarang perbandingannya menjadi adil.
Karena ongkir yang terlihat murah di awal belum tentu menghasilkan total landed cost yang lebih rendah sampai barang benar-benar berada di alamat penerima.
Pengiriman Tidak Berakhir Ketika Kapal Tiba
Ini salah satu perbedaan cara melihat pekerjaan cargo.
Bagi kapal, perjalanan mungkin selesai ketika tiba di pelabuhan.
Bagi customer, belum.
Customer tidak membutuhkan barangnya “sampai pelabuhan”.
Customer biasanya membutuhkan barang:
sampai gudang, toko, pabrik, kantor, rumah atau lokasi proyek.
Maka sejak awal perlu diketahui alamat akhirnya.
Misalnya barang dikirim menuju Balikpapan.
Apakah tujuan sebenarnya memang Kota Balikpapan?
Atau ternyata menuju:
IKN, Penajam, Paser atau Tanah Grogot?
Itu keputusan logistik yang berbeda.
Begitu pula ketika barang tiba di Pontianak tetapi tujuan akhirnya berada jauh di luar kota.
Artinya pengiriman laut harus disinkronkan dengan distribusi darat lanjutan.
Inilah mengapa alamat lengkap jauh lebih berguna dibanding sekadar menyebut:
“Tujuan Kalimantan.”
Bagaimana Proses Pengiriman Cargo Laut Cargonesia?
Secara umum perjalanan barang dapat digambarkan sebagai:
Alamat Pengirim → Pickup → Gudang/Pelabuhan → Manifest → Kapal → Pelabuhan Tujuan → Distribusi Darat → POD/Serah Terima
1. Informasi barang dikumpulkan
Customer memberikan data barang, jumlah, berat, dimensi, lokasi pickup dan alamat tujuan.
Foto barang juga sangat membantu.
2. Moda pengiriman ditentukan
Tim Cargonesia mempelajari apakah pengiriman lebih sesuai menggunakan LCL, FCL, RORO, PELNI atau kombinasi moda.
3. Penawaran dibuat
Biaya dihitung berdasarkan scope pekerjaan yang dibutuhkan.
Karena itu penawaran sebaiknya dibaca berdasarkan cakupan layanan, bukan hanya angka akhirnya.
4. Pickup barang
Jika menggunakan layanan pickup, barang dijemput dari gudang, kantor, pabrik atau lokasi customer sesuai kesepakatan.
5. Persiapan pengiriman
Barang diproses untuk keberangkatan berdasarkan moda dan jadwal kapal yang digunakan.
6. Pelayaran
Barang diberangkatkan menuju pelabuhan tujuan.
Estimasi waktu berbeda berdasarkan rute, jadwal kapal dan kondisi operasional.
7. Distribusi lanjutan
Untuk layanan door-to-door, barang diteruskan menggunakan transportasi darat menuju alamat penerima.
8. Serah terima
Pekerjaan diselesaikan dengan proses penerimaan barang dan dokumentasi sesuai kebutuhan pengiriman.
Dengan cara ini customer dapat memahami bahwa pengiriman antarpulau sebenarnya merupakan sebuah rangkaian proses, bukan satu perjalanan kapal.
Data Apa yang Dibutuhkan untuk Menghitung Ongkir Cargo Laut?
Jika ingin mendapatkan estimasi yang lebih akurat, jangan hanya mengirim pesan:
“Jakarta–Makassar berapa?”
Tim logistik masih harus menebak terlalu banyak hal.
Sebaliknya, kirim:
Alamat pickup:
Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur.
Tujuan:
Alamat lengkap gudang penerima di Makassar.
Barang:
Spare part mesin.
Jumlah:
8 pallet.
Berat:
2.800 kg.
Dimensi:
sertakan ukuran masing-masing pallet.
Foto:
lampirkan kondisi aktual barang.
Kebutuhan:
pickup dan delivery sampai gudang.
Dari informasi seperti itu, tim dapat mulai membaca kebutuhan sebenarnya.
Data yang sebaiknya dipersiapkan:
- alamat pickup;
- alamat tujuan lengkap;
- jenis barang;
- jumlah koli/unit;
- berat total;
- dimensi;
- foto barang;
- kebutuhan packing;
- kebutuhan pickup;
- kebutuhan dooring;
- jadwal barang siap;
- kebutuhan khusus bila ada.
Semakin lengkap informasi di awal, semakin sedikit asumsi yang harus digunakan dalam membuat penawaran.
Bagaimana Cargonesia Menentukan Moda Pengiriman?
Pertanyaan yang digunakan bukan:
“Kapal mana yang paling murah?”
Melainkan:
“Untuk barang seperti ini, dari lokasi ini, menuju alamat ini, metode mana yang paling masuk akal?”
Perbedaannya terlihat kecil.
Tetapi dalam logistik, konsekuensinya besar.
Tim perlu mempertimbangkan setidaknya:
jenis barang → berat → dimensi → volume → origin → destination → akses lokasi → jadwal → jenis kapal → handling → distribusi lanjutan.
Baru setelah itu harga mempunyai konteks.
Pendekatan seperti ini terutama penting untuk pengiriman perusahaan, barang industri dan project cargo karena kesalahan moda dapat menimbulkan biaya tambahan yang jauh lebih besar daripada selisih ongkir awal.
Jasa Cargo Laut untuk Perusahaan dan Project Cargo
Kebutuhan perusahaan biasanya berbeda dari pengiriman retail biasa.
Procurement tidak hanya membutuhkan harga.
Mereka dapat membutuhkan:
- quotation resmi;
- scope of work;
- metode pelaksanaan;
- jadwal;
- identitas perusahaan;
- dokumentasi pickup;
- dokumentasi loading;
- monitoring progres;
- POD;
- BAST;
- invoice dan dokumen administrasi lainnya.
Pada pekerjaan tertentu, barang juga tidak berbentuk kardus yang seragam.
Ada mesin, kendaraan, alat berat, chassis, material panjang atau muatan berdimensi khusus.
Artinya pendekatannya berubah dari sekadar “cargo” menjadi logistics planning.
Cargonesia menangani kebutuhan tersebut melalui PT Cargonesia Utama Trans dengan pengalaman pengiriman cargo, kendaraan, alat berat dan project cargo antarpulau.
Untuk pekerjaan seperti ini, konsultasi teknis sebelum quotation justru lebih penting daripada meminta harga secepat mungkin.
Cargo Laut Murah Belum Tentu Cargo Laut yang Tepat
Harga tetap penting.
Tidak perlu berpura-pura seolah customer tidak mempertimbangkannya.
Tetapi yang dicari perusahaan seharusnya bukan sekadar harga termurah di quotation.
Yang perlu diperhatikan adalah:
berapa total biaya sampai pekerjaan selesai.
Selisih sedikit di ongkir bisa kehilangan makna apabila setelahnya muncul biaya tambahan akibat:
- salah menentukan moda;
- alamat tujuan tidak dihitung sejak awal;
- akses trucking tidak diperiksa;
- kebutuhan handling tidak dimasukkan;
- ukuran barang berbeda dari informasi awal;
- atau scope pekerjaan tidak jelas.
Karena itu Cargonesia memilih untuk memahami kebutuhan pengiriman terlebih dahulu sebelum menentukan metode.
Harga yang baik bukan sekadar angka yang terlihat kecil.
Harga yang baik adalah angka yang sejak awal mempunyai scope pekerjaan yang jelas.
Mengapa Memilih Cargonesia untuk Pengiriman Cargo Laut?
Cargonesia tidak perlu mengatakan dirinya “nomor satu”.
Yang lebih relevan adalah menunjukkan bagaimana pekerjaan ditangani.
PT Cargonesia Utama Trans telah beroperasi sejak 2014 dan menangani kebutuhan pengiriman antarpulau melalui kombinasi transportasi laut dan darat.
Cargonesia juga menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015.
Namun bagi customer, bukti yang paling mudah dipahami justru bukan sertifikat semata.
Lihat bagaimana sebuah pekerjaan dilakukan:
barang diperiksa → moda direncanakan → pickup dilakukan → barang diberangkatkan → progres didokumentasikan → barang diterima.
Foto pekerjaan, dokumentasi unit, manifest, POD/BAST dan pengalaman menangani berbagai karakter pengiriman menjadi bagian penting dari trust tersebut.
Karena pada akhirnya, customer tidak menyerahkan keyword kepada perusahaan ekspedisi.
Customer menyerahkan barangnya.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Cargo Laut
Apa itu jasa cargo laut?
Jasa cargo laut adalah layanan pengiriman barang menggunakan kapal untuk menghubungkan kota atau pulau yang berbeda. Moda dapat berupa kapal container, RORO, PELNI atau jenis kapal lainnya sesuai karakter barang dan rute.
Berapa minimum pengiriman melalui Cargonesia?
Untuk pengiriman retail Cargonesia, minimum umumnya 100 kg. Ketentuan tertentu dapat berbeda berdasarkan rute dan moda.
Apakah barang bisa dijemput?
Bisa. Pickup dapat dilakukan dari lokasi customer sesuai wilayah layanan dan scope penawaran.
Apakah bisa door-to-door?
Bisa. Transportasi laut dapat dikombinasikan dengan trucking dari alamat asal menuju pelabuhan dan dari pelabuhan tujuan menuju alamat penerima.
Apa perbedaan LCL dan FCL?
LCL (Less than Container Load) digunakan ketika barang tidak membutuhkan satu container penuh dan dapat dikonsolidasikan. FCL (Full Container Load) menggunakan satu container untuk kebutuhan satu customer/pengiriman.
Apakah tersedia container 20 feet dan 40 feet?
Ya. Pemilihan container harus disesuaikan dengan berat, volume, dimensi dan karakter barang.
Apakah Cargonesia melayani pengiriman kendaraan?
Ya. Pengiriman kendaraan dapat menggunakan RORO maupun moda lain sesuai rute dan jenis unit.
Apakah bisa mengirim alat berat?
Bisa. Alat berat membutuhkan perhitungan khusus berdasarkan jenis unit, berat, dimensi, kondisi unit, metode loading serta lokasi asal dan tujuan.
Berapa lama pengiriman cargo laut?
Waktu pengiriman berbeda untuk setiap rute dan dipengaruhi jadwal kapal, pelabuhan tujuan, proses bongkar serta distribusi lanjutan. Estimasi sebaiknya diperiksa berdasarkan jadwal aktual ketika barang siap dikirim.
Bagaimana mendapatkan penawaran?
Siapkan alamat pickup, alamat tujuan, jenis barang, berat, dimensi, jumlah barang dan foto barang. Informasi tersebut membantu tim menentukan moda serta scope pengiriman sebelum membuat penawaran.
Punya Barang yang Akan Dikirim dari Jakarta?
Sebelum bertanya “berapa ongkirnya?”, ada cara yang lebih efektif.
Kirimkan:
barang apa + berat + dimensi + foto + alamat pickup + alamat tujuan.
Biarkan tim Cargonesia membaca kebutuhan pengirimannya terlebih dahulu.
Bisa jadi barang Anda cukup menggunakan LCL.
Bisa jadi FCL justru lebih efisien.
Bisa jadi RORO memberikan skema operasional yang lebih masuk akal.
Atau tujuan tertentu lebih sesuai menggunakan PELNI.
Anda tidak harus memahami semuanya sebelum mengirim barang.
Itulah fungsi perusahaan logistik.
Yang Anda perlukan adalah memberikan data barang dengan benar.
Cargonesia membantu menentukan jalannya.










